Ada satu titik di peta Indonesia yang seolah membuat jarum jam berhenti berdetak. Bukan Bali yang hingar-bingar, bukan pula Labuan Bajo yang mulai padat. Ini adalah Banda Neira. Sebuah gugusan pulau vulkanis di tengah Laut Banda yang pernah menjadi rebutan dunia karena satu hal: buah pala.
Mengapa Sekarang? (The Sweet Spot)
Itinerary Banda Neira 7 Hari: Antara Reruntuhan dan Laut Dalam
Pagi/Siang: Tiba di Pelabuhan Neira (via Pelni atau Susi Air).Check-in di penginapan area Nusantara atau Rajawali. Rekomendasi:The Nutmeg Tree atauDelfika Guest House untukvibe kolonial yang kental.Sore: Jalan kaki santai keliling kota Neira. Jangan pakai peta, biarkan kaki menuntun Anda melewati rumah-rumah tua peninggalan Belanda yang catnya mengelupas artistik.Malam: Makan malam di pinggir dermaga. Pesan Ikan Kuah Pala—sup ikan segar dengan rasa asam pedas dan aroma pala yang khas.
Pagi: Trekking ringan ke Benteng Belgica. Datanglah pagi-pagi benar untuk melihat Gunung Api Banda dibingkai oleh arsitektur pentagon benteng ini.Siang: Kunjungi Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sjahrir. Rasakan kesunyian yang dulu menemani para pendiri bangsa kita merumuskan ide-ide kemerdekaan di tanah pembuangan.Sore: Ngopi diSpice Island Coffee . Coba Kopi Rempah dan Roti Selai Pala. Ini tempat terbaik untuk bertemu sesamasolo traveler dan berbagi biaya sewa kapal untuk esok hari.
Pagi: Sewaspeed boat (cari temanshare cost ) menuju Pulau Rhun. Pulau kecil inilah yang dulu ditukar Belanda dengan Inggris untuk mendapatkan Manhattan (New York). Melihat Rhun hari ini adalah ironi sejarah yang memukau.Siang: Melipir ke Pulau Ay. Kunjungi Benteng Revenge yang runtuh dan perkebunan pala tua. Makan siang bekal nasi ikan bakar di pantai pasir putih yang sepi.Sore: Kembali ke Neira, nikmatisunset dari atas kapal di tengah laut.
Pagi - Sore: Hari khusus untuksnorkeling Banda Neira . Tujuan utama: Pulau Hatta (dulu Rosengain). Tak perlu menyelam dalam, cukup snorkeling di pinggir pantai (area Kampung Lama), Anda akan disambut tembok karang (wall ) yang curam dengan ribuan ikan pelagis. Ini adalah salah satu spot snorkeling terbaik di Indonesia, titik.Tips: Arus di Hatta bisa kencang. Pastikan Anda menyewa fin (kaki katak) dan perhatikan instruksi warga lokal.
Pagi: Menyeberang ke Pulau Banda Besar (Lonthoir). Naik ojek motor melewati "Koridor Pala"—jalan setapak yang dinaungi pohon kenari raksasa berusia ratusan tahun yang melindungi pohon pala di bawahnya. Ini inti darisejarah jalur rempah .Siang: Daki ratusan anak tangga menuju Benteng Hollandia. Pemandangan dari sini ke arah Gunung Api dan Neira adalahpostcard paling ikonik.Sore: Kunjungi Parigi Rante, situs sejarah kelam pembantaian warga Banda oleh JP Coen. Momen refleksi yang penting.
Pagi: Snorkeling diLava Flow . Ini adalah area di mana aliran lahar letusan 1988 mengeras dan kini ditumbuhi karang meja (table coral ) yang tumbuh sangat cepat dan masif.Siang: Piknik santai di Pulau Pisang (Pulau Syahrir). Seringkali pulau ini kosong, serasa pulau pribadi.Malam: Makan malam perpisahan. Coba cari menu Ulang-ulang (seperti gado-gado khas Banda) dan Terong Kenari.
Pagi: Ke pasar tradisional Neira. Beli Halua Kenari, Manisan Pala, dan Sirup Pala langsung dari pembuatnya.Siang: Persiapan pulang menuju Ambon.
Sisi Rahasia Lokal (Insider Tips)
Maghrib di Dermaga: Saat adzan Maghrib berkumandang, suasana Neira berubah magis. Langit ungu, laut tenang, dan kota menjadi senyap. Duduklah di dermaga depan Hotel Maulana (tempat Putri Diana pernah menginap) dan resapi kesunyiannya.Etika Memotret: Warga Banda sangat ramah, tapi selalu minta izin sebelum memotret aktivitas mereka, terutama ibu-ibu yang sedang membelah biji pala. Senyuman adalah mata uang paling berharga di sini.Listrik & Sinyal: Pemadaman listrik bergilir masih terjadi sesekali. Anggap ini detoks digital. Bawapower bank kapasitas besar danheadlamp . Sinyal Telkomsel adalah yang paling stabil (4G tersedia di Neira), namun bisa hilang di tengah laut.
Panduan Anggaran & Transportasi: Cerdas dan Efisien
Rute: Biasanya berangkat dari Pelabuhan Ambon. Kapal yang melayani rute ini antara lain KM. Nggapulu, KM. Dorolonda, atau KM. Pangrango.Tips: Cek jadwal di aplikasiPelni Mobile sebulan sebelumnya. Untuk kenyamanan, pesan tiket Kelas (bukan Ekonomi) agar bisa istirahat total selama 8-10 jam perjalanan. Estimasi biaya: Rp150.000 - Rp400.000 (tergantung kelas).Alternatif Cepat: Pesawat perintis Susi Air dari Ambon. Tiketnya sulit didapat dan harus dipesan jauh hari (sekitar Rp350.000 - Rp400.000 sekali jalan), namun pemandangan dari atas sungguh epik.
Ojek Laut (Perahu Ketinting): Transportasi utama antar pulau. Biaya publik sekitar Rp10.000 - Rp20.000 untuk jarak dekat (Neira-Banda Besar).Sewa Speedboat: Mahal jika sendirian (Rp800.000 - Rp1.500.000/hari).Wajib cari teman sharing cost di penginapan.
Penginapan (AC/Standard): Rp250.000 x 6 malam = Rp1.500.000 Makan & Minum: Rp150.000 x 7 hari = Rp1.050.000 Transportasi Lokal & Share Cost Kapal: Rp1.500.000Tiket Masuk & Donasi: Rp200.000 Total Estimasi: Rp4.250.000,- (Bisa lebih hemat jika memilih penginapan non-AC dan makan di warung lokal).
Banda Neira bukan tempat untuk berburu





0 komentar:
Posting Komentar