Ada getaran berbeda saat Anda menjejakkan kaki di pelabuhan Balohan. Udara terasa lebih asin, ritme kehidupan melambat drastis, dan hutan tropis yang rimbun seolah mendesak ingin menyentuh laut. Selamat datang di Pulau Weh, permata vulkanis di ujung paling barat Nusantara.
Mengapa Sekarang? (The Tropical Sweet Spot)
Itinerary 7 Hari: Dari Kedai Kopi hingga Dasar Samudra
Pagi: Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Sempatkan mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Arsitekturnya yang emosional adalah pengingat penting tentang ketangguhan tanah ini.Siang: Menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Naik kapal cepat (45 menit) atau kapal lambat RoRo (2 jam) menuju Balohan, Sabang.Sore: Sewa motor di pelabuhan (kunci utama mobilitas di sini). Langsung gas menuju Pantai Iboih. Jalanannya mulus, berkelok membelah hutan lindung yang penuh monyet liar.Malam: Check-in dibungalow tepi laut Iboih. Makan malam Mie Aceh Kepiting di warung lokal.
Pagi - Siang: Ini agenda wajib:snorkeling Pulau Weh . Naik perahu kaca sebentar ke Pulau Rubiah. Arusnya tenang, terumbu karangnya sehat luar biasa. Jangan kaget jika dikelilingi ribuan ikan saat baru mencelupkan kaki.Sore: Kembali ke Iboih, santai dihammock sambil membaca buku.Malam: Mengobrol dengan instruktur selam lokal di kafe pinggir pantai. Cari info untukDiscovery Scuba besok.
Pagi: Cobalahdiving murah Sabang . Pulau Weh terkenal sebagai salah satu tempat termurah di dunia untuk mengambil sertifikasi selam atau sekadarfun dive . Spot seperti "Seulako" atau "Rubiah Utara" adalah kelas dunia.Siang: Istirahat dan nikmati kelapa muda.Sore: Berkendara ke TuguTitik Nol Indonesia . Ada sertifikat yang bisa Anda beli sebagai bukti pernah ke sini. Tapi atraksi utamanya adalahsunset . Matahari di sini tenggelam paling akhir di Indonesia. Pemandangannya langsung ke Samudra Hindia yang luas tanpa batas.
Pagi: Pindah markas (pindah penginapan) ke area Sumur Tiga di sisi timur pulau.Siang: Pantai Sumur Tiga sering disebut "Hawaii-nya Sabang". Pasirnya putih, nyiurnya melambai, dan ombaknya lebih besar. Makan siang diFreddies Santai Sumurtiga (ikon kuliner lokal dengan pemandangan juara).Sore: Jelajahi Benteng Jepang Anoi Itam. Lorong-lorong bunker peninggalan Perang Dunia II ini menghadap laut lepas, menyimpan aura misterius dan sejarah kelam.
Pagi: Trekking ringan ke Gunung Berapi Jaboi. Ini bukan gunung tinggi, tapi kawah aktif dengan tanah putih belerang yang kontras dengan hutan hijau di sekitarnya. Lanskapnya seperti di planet lain.Siang: Menuju Goa Sarang. Ini adalahhidden gems Sumatra yang sesungguhnya. Anda harus menuruni tebing terjal (hati-hati!) untuk mencapai mulut gua yang menghadap laut biru toska. Atau, sewa perahu nelayan untuk melihatnya dari laut.Sore: Mampir ke Puncak Cot Klah untuk melihat pemandangan Kota Sabang dari ketinggian.
Pagi: Ke Pasar Tradisional Sabang. Cari sarapan Nasi Gurih (mirip Nasi Uduk) bungkus daun pisang.Siang: Keliling kota tua Sabang. Arsitektur kolonialnya masih terasa. Jangan lupa makan Sate Gurita—kuliner khas yang kenyal dan pedas gurih.Sore: Ngopi sore. Aceh adalah negeri 1001 warung kopi. Cobalah Kopi Sanger (kopi tarik khas Aceh) di kedai legendaris seperti Kopi Aci. Rasakan kultur "nongkrong" warga lokal yang hangat.
Pagi: Beli oleh-oleh Bakpia Sabang (ya, Sabang punya bakpia sendiri yang enak!) dan Kaos "I Love Sabang".Siang: Menyeberang kembali ke Banda Aceh dan menuju bandara.
Rahasia Lokal (Insider Tips)
Hukum Syariat & Etika: Aceh menerapkan Syariat Islam. Bagi turis (non-Muslim maupun Muslim), kuncinya adalah kesopanan. Tidak perlu memakai hijab bagi wanita non-Muslim, tapi hindari bikini di pantai umum (kecuali area privat resor atau saatsnorkeling di laut). Di Iboih, suasananya sangat santai alabackpacker , tapi tetap hargai norma saat keluar area wisata.Jumat Siang: Aktivitas di Aceh berhenti total saat Sholat Jumat (sekitar 11.30 - 13.30). Toko tutup, jalanan sepi. Gunakan waktu ini untuk istirahat di penginapan.Waspada Monyet: Di Iboih dan jalanan menuju Kilometer Nol, monyet ekor panjang cukup agresif. Jangan membawa makanan plastik atau menggantung kacamata sembarangan di tas.
Panduan Anggaran: Budget Travel Aceh
Kapal Cepat: Rp100.000 - Rp120.000 (sekali jalan).Kapal RoRo (Lambat): Rp35.000 (sangat murah, tapi lama).Sewa Motor: Rp80.000 - Rp100.000 per hari (Wajib tawar jika sewa seminggu). Bensin eceran tersedia di mana-mana.
Bungalow Iboih: Rp200.000 - Rp350.000 (Kipas angin, kamar mandi dalam,sea view ). AC biasanya Rp400.000 ke atas.Cottage Sumur Tiga: Sedikit lebih mahal, mulai Rp350.000.
Penginapan: Rp250.000 x 6 = Rp1.500.000 Sewa Motor & Bensin: Rp700.000 Makan & Kopi: Rp120.000 x 7 = Rp840.000 (Porsi makan di Aceh besar dan murah). Snorkeling/Diving (Intro) & Tiket Masuk: Rp800.000 Transport Kapal PP: Rp200.000 Total Estimasi: Rp4.040.000,-
Pulau Weh bukan sekadar destinasi liburan; ia adalah tempat pelarian (escape) yang sempurna. Di




0 komentar:
Posting Komentar